Sunday, April 12, 2009

AIR DAN KECANTIKAN

0 comments

Air sangat vital dalam kehidupan manusia. Bagi para wanita, air erat hubungannya dengan kecantikan. Tak hanya air yang kita minum, tetapi juga air yang secara rutin menyentuh kulit kita.

Cukupkah Air dalam Tubuh?
Setiap sel dalam tubuh kita membutuhkan air untuk dapat terus menjalankannya tugasnya masing-masing secara baik dan normal. Dan tanpa kita sadari, kita akan kehilangan kira-kira 3 liter air lewat proses pembuangan urin, keringat, dan uap air. Dan rata-rata kebutuhan kita akan air adalah 1 ½ sampai 2 ½ liter air sehari.

Jika matahari bersinar terik sekali atau sedang melakukan aktivitas berolah raga, tentu saja kebutuhan air itu akan meningkat lebih dari porsi biasanya. Bagaimana cara menjaga asupan air dalam tubuh agar tetap stabil, sehingga tubuh dan kulit terhindar dari dehidrasi? Karena pasokan air yang mencukupi dalam tubuh akan menjaga kelembapan kulit kita.

Biasakan kamu membuat rutinitas minum air putih saat kamu sedang beristirahat. Ketika sedang bekerja di depan komputer, setelah 20 menit, sejenak istirahatkan mata dari hadapan layar komputer. Ambil segelas air dan teguklah beberapa kali.

Selalu membiasakan memulai acara makan dengan semangkuk sup akan menambah asupan vitamin dalam tubuh kamu. Jangan lupa untuk membawa sebotol air mineral kemanapun kamu pergi, simpanlah di dalam tas jika kamu sedang bepergian. Pilihlah konsumsi sayuran kamu yang banyak mengandung air seperti brokoli, wortel, apel, kentang dan yoghurt. Jangan lupa minum setelah kamu selesai makan.

Yang penting untuk diingat, kopi mengandung banyak kafein dan hal ini tak terhitung sebagai asupan air bagi tubuh kita. Kafein yang terdapat di dalam minuman kopi bersifat diuretik, sehingga akan membuat kamu bolak-balik buang air kecil, dan apabila kamu belum memiliki kebiasaan untuk minum air putih dengan porsi yang cukup, akan membuat kamu cepat mengalami dehidrasi.

Bercahaya dengan Air
Cairan dalam tubuh untuk kesehatan dan kecantikan kulit ibarat kaca. Jika tubuh mendapatkan asupan air, maka kulit akan tampak kenyal dan kencang. Namun sebaliknya, kulit kamu akan kelihatan kering dan berkeriput bila tubuh kekurangan air.

Mengapa demikian? Karena dalam sel, air merupakan unsur yang penting. Air akan membantu memperlancar pasokan nutrisi dan oksigen ke dalam sel sehingga proses regenarasi sel kulit lebih lancar. Proses ini juga akan membuat jaringan kulit lebih sehat dan kuat. Itulah yang akan membuat kulit kamu tampak lebih bersih, bercahaya, dan tidak kering.

Mencegah Penuaan Dini
Karena kulit merupakan bagian terluar dari tubuh yang mau atau tidak harus bersentuhan langsung dengan material luar seperti debu, sinar matahari, angin, dan cuaca secara umum. Di sisi lain, keadaan kulit juga diidentikkan dengan penuaan seseorang. Artinya seseorang dapat dikatakan muda atau tua dari kondisi kulitnya. Sehubungan dengan itu, perlunya melakukan perawatan kulit wajah agar tetap bersih dan awet muda. Oleh karena itu, perawatan yang melibatkan air berikut bisa kamu diterapkan.

Biasakan untuk membersihkan wajah kamu setelah melakukan aktivitas bepergian dan sewaktu hendak tidur, juga pada pagi harinya. Gunakan air bersih suam-suam kuku, jangan gunakan air yang masih dalam suhu terlalu panas karena dapat menyebabkan kulit menjadi kering. Jika perlu gunakanlah sabun khusus muka, jangan sabun biasa yang dapat menyebabkan rusaknya keseimbangan pelembap alami yang ada pada wajah kamu.

Selain itu, tentu tidak boleh melupakan olahraga yang rutin, karena kulit terlihat lebih segar dan sehat serta tidak kusut. Setelah berolah raga pastinya banyak keringat yang terbuang melalui pori-pori kulit, karena proses pembakaran yang terjadi dalam tubuh kita. Jadi jangan lupa minum air puih dalam jumlah yang cukup setiap hari. Kemudian hindari kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan kulit menjadi kuat, seperti kopi, alkohol dan rokok. Tidur yang tidak teratur dengan jumlah yang cukup teratur dengan jumlah yang cukup setiap harinya yaitu minimal 8 jam sehari.

Melangsingkan Tubuh
Air putih juga membantu proses metabolisme dalam tubuh yang bertugas menghilangkan kotoran-kotoran yang tidak berguna dalam tubuh sehingga akan lebih cepat keluar melalui urin. Bagi kamu yang mendambakan tubuh yang indah dan ramping pun, dengan membiasakan mengkonsumsi air hangat terlebih dahulu sebelum makan (trik ini akan memubuat kamu merasa kenyang), merupakan satu cara untuk mengurangi jumlah porsi makan kamu sebenarnya, sehingga dapat membantu menekan jumlah makanan yang akan masuk ke dalam tubuh kamu. Apalagi air putih tidak mengandung kalori, gula, ataupun lemak. Namun yang terbaik adalah minum air putih pada suhu yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.

Tubuh Lebih Bugar
Manfaat air yang luar biasa yang telah kamu ketahui, ternyata tak hanya berfungsi untuk membersihkan tubuh saja tapi juga berperan sebagai zat yang sangat diperlukan tubuh. Kita mungkin lebih dapat bertahan bila kekurangan makan beberapa hari dibandingkan jika kita kekurangan air. Sebab, air merupakan bagian terbesar dalam komposisi tubuh manusia. Jadi, sebisa mungkin sempatkan untuk minum air putih setiap saat. Karena dengan menjaga pasokan air yang ada dalam tubuh kita, tubuh akan terasa lebih bugar dan wajah pun terlihat lebih segar dan cerah.
Selengkapnya...

TENTANG KEPUTIHAN

1 comments

Hampir setiap wanita pernah mengalami keputihan. Ada yang dapat diatasi dengan segera, namun ada juag yang membutuhkan waktu hingga tuntas.


Apa sebenarnya keputihan itu? Banyak wanita menganggap cairan yang keluar dari vagina itu sebagai cairan biasa. Padahal menurut penelitian 75% dari seluruh wanita di dunia akan mengalami keputihan paling tidak sekali seumur hidup. Bahkan 45% wanita mengalami dua kali atau lebih dan 92% keputihan disebabkan jamur yang disebut candida albicans.


Secara medis, keputihan disebut sebagai flour albus dan merupakan penyakit, yang dapat dikategorikan normal (fisiologis) dan tidak normal (patologis).


Waspadai Stress

Wanita berisikoterkena keputihan ketika tubuh sedang dalam keadaan stress, kurang istirahat, diet yang tidak sehat, dan terkena penyakit tertentu.


Pengobatan keputihan tergantung pada penyebab dan faktor yang berhubungan dengan faktor penyebab tersebut. Pengobatan infeksi jamur vagina yaitu dengan menjaga kebersihan dan perawatan daerah genitalia, hindarkan penyebab iritasi, gunakan obat-obatan anti jamur, gunakan cairan antiseptik pencuci daerah genitalia dan mengatasi faktor risiko seperti kencing manis, turunnya imunitas tubuh, dan penggunaan obat-obatan antibiotik dalam jangka waktu yang lama.


Kebanyakan kasus keputihan di diagnosa dan diobati sendiri oleh penderita. Keputihan tidak mengenal batasan usia. Berapa pun usia seorang wanita, bisa saja terkena keputihan.


Pada Kehamilan

Sebagai perempuan hamil tidak pernah mengeluhkan keputihan yang tiba-tiba dideritanya. Hal ini karena tidak merasa terganggu. Padahal jika dibiarkan berlarut-larut keputihan tersebut bisa membahayakan kehamilan. Tak hanya dapat menyebabkan persalinan prematur, keputihan pada kehamilan juga dapat menyebabkan ketuban pecah sebelum waktunya serta kelahiran bayi dengan berat lahir rendah (kurang dari2500 gram).


Pada saat hamil akan terjadi peningkatan pengeluaran cairan vagina daripada biasanya yang disebabkan karena adanya perubahan hormonal selama kehamilan.


Bentuk dari cairan vagina selama kehamilan berwarna bening atau putih susu, encer dan tidak berbau. Ini adalah normal. Yang akan meningkat dengan bertambahnya usia kehamilan.


Karena itu sangatlah dianjurkan agar ibu hamil melakukan pemeriksaan khamilan tatkala dirinya mengalami keputihan. Apalagi jika keputihan tersebut mulai timbul gejala gatal yang sangat hingga cairan berbau.


Dari bermacam keputihan, ada 3 jenis yang dapat terjadi pada kondisi hamil. Yaitu kandidosis vulvovaginal, vaginosis bacterialis, dan trikomoniasis.


Kandidosis vulvovaginal penyebabnya adalah candida albicans. Kandidosis vulvovaginal dapat terjadi karena pertumbuhan berlebihan sel-sel jamur. Kondisi tersebut antara lain disebabkan oleh: kehamilan, pemakaian kontrasepsi oral kombinasi, pemakaian antibiotik berlebihan, menstruasi, diabetes mellitus, penyakit-penyakit yang menurunkan daya kekebalan tubuh, kebiasaan pembersih/pewangi vagina, vaginal jeli atau pemakaian celana dalam yang ketat dengan ventilasi kurang.


Dampaknya adalah jika dibiarkan dan tidak segera diatasi, maka dapat menyebabkan kelahiran prematur, ketuban pecah dini, dan berat bayi lahir rendah.


Vaginosis bacterialis penyebabnya adalah perubahan ekosistem daerah genital. Yaitu keadaan menghilangnya jumlah laktobasili yang nomal dan disertai pertumbuhan berlebihan dari mikroorganisme lain dalam konsentrasi yang tinggi. Dibandingkan pada saat tidak hamil, frekuensi terjadinya vaginosis bacterialis pada perempuan hamil cukup tinggi, sekitar 16-24%.


Trikomoniasis penyebabnya adalah trichomonas vaginalis, yaitu protozoa yang mempunyai flagel, pada manusia biasanya terdapat di urerta (saluran kemih). Ditularkan umumnya melalui hubungan seksual.


Tips Hindari Keputihan:

1. Gunakan selalu pakaian dalam dari bahan katun dan hindari pakaian dalam dari bahan sintesis serta celana ketat.

2. Usahakan agar jangan menggunakan panty liner setiap hari

3. Usai mandi usahakan area genital benar-benar kering. Gunakan pengering berupa handuk yang berisi dan jangan menggunakan tisu yang beraroma wangi.

4. Bersihkan area genital dari depan ke belakang setiap selesai berkemih atau buang air besar, karena dapat membantu mengurangi kontaminasi .mikroorganisme dari saluran kemih dan anus.

5. Kurangi mengkonsumsi makanan manis serta yang mengandung kafein.
Selengkapnya...

Saturday, April 4, 2009

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MENINGITIS

1 comments

Defenisi
Meningitis adalah radang dari selaput otak (arachnoid dan piamater). Bakteri dan virus merupakan penyebab utama dari meningitis.


Patofisiologi
Otak dilapisi oleh tiga lapisan, yaitu: duramater, arachnoid, dan piamater. Cairan otak dihasilkan di dalam pleksus choroid ventrikel bergerak / mengalir melalui sub arachnoid dalam sistem ventrikuler dan seluruh otak dan sumsum tulang belakang, direabsorbsi melalui villi arachnoid yang berstruktur seperti jari-jari di dalam lapisan subarachnoid.
Organisme (virus / bakteri) yang dapat menyebabkan meningitis, memasuki cairan otak melaui aliran darah di dalam pembuluh darah otak. Cairan hidung (sekret hidung) atau sekret telinga yang disebabkan oleh fraktur tulang tengkorak dapat menyebabkan meningitis karena hubungan langsung antara cairan otak dengan lingkungan (dunia luar), mikroorganisme yang masuk dapat berjalan ke cairan otak melalui ruangan subarachnoid. Adanya mikroorganisme yang patologis merupakan penyebab peradangan pada piamater, arachnoid, cairan otak dan ventrikel. Eksudat yang dibentuk akan menyebar, baik ke kranial maupun ke saraf spinal yang dapat menyebabkan kemunduran neurologis selanjutnya, dan eksudat ini dapat menyebabkan sumbatan aliran normal cairan otak dan dapat menyebabkan hydrocephalus.


Etiologi
Meningitis disebabkan oleh berbagai macam organisme, tetapi kebanyakan pasien dengan meningitis mempunyai faktor predisposisi seperti fraktur tulang tengkorak, infeksi, operasi otak atau sum-sum tulang belakang. Seperti disebutkan diatas bahwa meningitis itu disebabkan oleh virus dan bakteri, maka meningitis dibagi menjadi dua bagian besar yaitu : meningitis purulenta dan meningitis serosa.


Meningitis Bakteri
Bakteri yang paling sering menyebabkan meningitis adalah haemofilus influenza, Nersseria,Diplokokus pnemonia, Sterptokokus group A, Stapilokokus Aurens, Eschericia colli, Klebsiela dan Pseudomonas. Tubuh akan berespon terhadap bakteri sebagai benda asing dan berespon dengan terjadinya peradangan dengan adanya neutrofil, monosit dan limfosit. Cairan eksudat yang terdiri dari bakteri, fibrin dan lekosit terbentuk di ruangan subarahcnoid ini akan terkumpul di dalam cairan otak sehingga dapat menyebabkan lapisan yang tadinya tipis menjadi tebal. Dan pengumpulan cairan ini akan menyebabkan peningkatan intrakranial. Hal ini akan menyebabkan jaringan otak akan mengalami infark.


Meningitis Virus
Tipe dari meningitis ini sering disebut aseptik meningitis. Ini biasanya disebabkan oleh berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti; gondok, herpez simplek dan herpez zoster. Eksudat yang biasanya terjadi pada meningitis bakteri tidak terjadi pada meningitis virus dan tidak ditemukan organisme pada kultur cairan otak. Peradangan terjadi pada seluruh koteks cerebri dan lapisan otak. Mekanisme atau respon dari jaringan otak terhadap virus bervariasi tergantung pada jenis sel yang terlibat.


Pencegahan
Meningitis dapat dicegah dengan cara mengenali dan mengerti dengan baik faktor presdis posisi seperti otitis media atau infeksi saluran napas (seperti TBC) dimana dapat menyebabkan meningitis serosa. Dalam hal ini yang paling penting adalah pengobatan tuntas (antibiotik) walaupun gejala-gejala infeksi tersebut telah hilang.
Setelah terjadinya meningitis penanganan yang sesuai harus cepat diatasi. Untuk mengidentifikasi faktor atau janis organisme penyebab dan dengan cepat memberikan terapi sesuai dengan organisme penyebab untuk melindungi komplikasi yang serius.


Pengkajian Pasien dengan meningitis
Riwayat penyakit dan pengobatan
Faktor riwayat penyakit sangat penting diketahui karena untuk mengetahui jenis kuman penyebab. Disini harus ditanya dengan jelas tentang gejala yang timbul seperti kapan mulai serangan, sembuh atau bertambah buruk. Setelah itu yang perlu diketahui adalah status kesehatan masa lalu untuk mengetahui adanya faktor presdiposisi seperti infeksi saluran napas, atau fraktur tulang tengkorak, dll.


Manifestasi Klinik
- Pada awal penyakit, kelelahan, perubahan daya mengingat, perubahan tingkah laku.
- Sesuai dengan cepatnya perjalanan penyakit pasien menjadi stupor.
- Sakit kepala
- Sakit-sakit pada otot-otot
- Reaksi pupil terhadap cahaya. Photofobia apabila cahaya diarahkan pada mata pasien
- Adanya disfungsi pada saraf III, IV, dan VI
- Pergerakan motorik pada masa awal penyakit biasanya normal dan pada tahap lanjutan bisa terjadi hemiparese, hemiplegia, dan penurunan tonus otot.
- Refleks Brudzinski dan refleks Kernig (+) pada bakterial meningitis dan tidak terdapat pada virus meningitis.
- Nausea
- Vomiting
- Demam
- Takikardia
- Kejang yang bisa disebabkan oleh iritasi dari korteks cerebri atau hiponatremia
- Pasien merasa takut dan cemas.


Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium yang khas pada meningitis adalah analisa cairan otak. Lumbal punksi tidak bisa dikerjakan pada pasien dengan peningkatan tekanan tintra kranial. Analisa cairan otak diperiksa untuk jumlah sel, protein, dan konsentrasi glukosa.
Pemeriksaan darah ini terutama jumlah sel darah merah yang biasanya meningkat diatas nilai normal.
Serum elektrolit dan serum glukosa dinilai untuk mengidentifikasi adanya ketidakseimbangan elektrolit terutama hiponatremi.
Kadar glukosa darah dibandingkan dengan kadar glukosa cairan otak. Normalnya kadar glukosa cairan otak adalah 2/3 dari nilai serum glukosa dan pada pasien meningitis kadar glukosa cairan otaknya menurun dari nilai normal.


Pemeriksaan Radiografi
CT-Scan dilakukan untuk menentukan adanya edema cerebral atau penyakit saraf lainnya. Hasilnya biasanya normal, kecuali pada penyakit yang sudah sangat parah.


Pengobatan
Pengobatan biasanya diberikan antibiotik yang paling sesuai.
Untuk setiap mikroorganisme penyebab meningitis:

- Antibiotik
1. Penicilin G
Organisme: Pneumoccocci, Meningoccocci, Streptoccocci.

2. Gentamicyn
Organisme: Klebsiella, Pseudomonas, Proleus.

3. Chlorampenikol
Organisme: Haemofilus, Influenza.

4. Terapi TBC: Streptomicyn, INH, PAS.
Organisme: Micobacterium Tuberculosis


Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan yang mungkin timbul adalah :

Gangguan perfusi jaringan sehubungan dengan peningkatan tekanan intrakranial
Tujuan
- Pasien kembali pada,keadaan status neurologis sebelum sakit
- Meningkatnya kesadaran pasien dan fungsi sensoris

Kriteria hasil
- Tanda-tanda vital dalam batas normal
- Rasa sakit kepala berkurang
- Kesadaran meningkat
- Adanya peningkatan kognitif dan tidak ada atau hilangnya tanda-tanda tekanan intrakranial yang meningkat.

Rencana Tindakan

INTERVENSI
1. Pasien bed rest total dengan posisi tidur terlentang tanpa bantal.
Rasional: Perubahan pada tekanan intakranial akan dapat meyebabkan resiko untuk terjadinya herniasi otak.

2. Monitor tanda-tanda status neurologis dengan GCS.
Rasional: Dapat mengurangi kerusakan otak lebih lanjut.

3. Monitor tanda-tanda vital seperti TD, Nadi, Suhu, Resoirasi dan hati-hati pada hipertensi sistolik.
Rasional: Pada keadaan normal autoregulasi mempertahankan keadaan tekanan darah sistemik berubah secara fluktuasi. Kegagalan autoreguler akan menyebabkan kerusakan vaskuler cerebral yang dapat dimanifestasikan dengan peningkatan sistolik dan diiukuti oleh penurunan tekanan diastolik. Sedangkan peningkatan suhu dapat menggambarkan perjalanan infeksi.

4. Monitor intake dan output.
Rasional: Hipertermi dapat menyebabkan peningkatan IWL dan meningkatkan resiko dehidrasi terutama pada pasien yang tidak sadra, nausea yang menurunkan intake per oral.

5. Bantu pasien untuk membatasi muntah, batuk. Anjurkan pasien untuk mengeluarkan napas apabila bergerak atau berbalik di tempat tidur.
Rasional: Aktifitas ini dapat meningkatkan tekanan intrakranial dan intraabdomen. Mengeluarkan napas sewaktu bergerak atau merubah posisi dapat melindungi diri dari efek valsava.

6. Kolaborasi
Berikan cairan perinfus dengan perhatian ketat.
Rasional: Meminimalkan fluktuasi pada beban vaskuler dan tekanan intrakranial, vetriksi cairan dan cairan dapat menurunkan edema cerebral.

7. Monitor AGD bila diperlukan pemberian oksigen.
Rasional: Adanya kemungkinan asidosis disertai dengan pelepasan oksigen pada tingkat sel dapat menyebabkan terjadinya iskhemik serebral.

8. Berikan terapi sesuai advis dokter seperti: Steroid, Aminofel, Antibiotika.
Rasional: Terapi yang diberikan dapat menurunkan permeabilitas kapiler, menurunkan edema serebri, dan menurunkan metabolik sel / konsumsi dan kejang.


Sakit kepala sehubungan dengan adanya iritasi lapisan otak
Tujuan
Pasien terlihat rasa sakitnya berkurang / rasa sakit terkontrol

Kriteria evaluasi
- Pasien dapat tidur dengan tenang
- Memverbalisasikan penurunan rasa sakit.

Rencana Tindakan

INTERVENSI
1. Usahakan membuat lingkungan yang aman dan tenang.
Rasional: Menurukan reaksi terhadap rangsangan ekternal atau kesensitifan terhadap cahaya dan menganjurkan pasien untuk beristirahat.

2. Kompres dingin (es) pada kepala dan kain dingin pada mata.
Rasional: Dapat menyebabkan vasokontriksi pembuluh darah otak.

3. Lakukan latihan gerak aktif atau pasif sesuai kondisi dengan lembut dan hati-hati.
Rasional: Dapat membantu relaksasi otot-otot yang tegang dan dapat menurunkan rasa sakit / disconfort.

4. Kolaborasi
Berikan obat analgesik.
Rasional: Mungkin diperlukan untuk menurunkan rasa sakit. Catatan : Narkotika merupakan kontraindikasi karena berdampak pada status neurologis sehingga sukar untuk dikaji.


Potensial terjadinya injuri sehubungan dengan adanya kejang, perubahan status mental dan penurunan tingkat kesadaran
Tujuan:
Pasien bebas dari injuri yang disebabkan oleh kejang dan penurunan kesadaran

Rencana Tindakan

INTERVENSI
1. Monitor kejang pada tangan, kaki, mulut dan otot-otot muka lainnya.
Rasional: Gambaran tribalitas sistem saraf pusat memerlukan evaluasi yang sesuai dengan intervensi yang tepat untuk mencegah terjadinya komplikasi..

2. Persiapkan lingkungan yang aman seperti batasan ranjang, papan pengaman, dan alat suction selalu berada dekat pasien.
Rasional: Melindungi pasien bila kejang terjadi.

3. Pertahankan bedrest total selama fase akut.
Rasional: Mengurangi resiko jatuh / terluka jika vertigo, sincope, dan ataksia terjadi.

4. Kolaborasi
Berikan terapi sesuai advis dokter seperti; diazepam, phenobarbital, dll.
Rasional: Untuk mencegah atau mengurangi kejang.
Catatan: Phenobarbital dapat menyebabkan respiratorius depresi dan sedasi.
Selengkapnya...

 

dez's blog Copyright © 2008 D'Black by Ipiet's Blogger Template